Selasa, 20 Oktober 2009

ENTREPRENEUR Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN

Wirausaha adalah seorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas. Orang yang memiliki kemampuan untuk mengambil resiko dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. (Justin Longenecker Kewirausahaan, Manajemen Usaha Kecil).
Wirausaha adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan mengambil tindakan tepat guna memastikan sukses. (Geoffrey Meredith, Kewirausahaan Teori dan Praktek)
Wirausaha membantu perekonomian dengan menyediakan pekerjaan dan memproduksi barang dan jasa di dalam dan luar negeri.

Daftar ciri-ciri dan sifat memberikan profil dari wirausaha:
Daftar Ciri- Ciri Watak
Percaya Diri Keyakinan, Optimisme
Berorientasi Tugas dan Hasil Kebutuhan Prestasi, Berorientasi Laba, Inisiatif
Tabah, Kerja Cerdas
Pengambil Resiko Suka Tantangan, Kemampuan Mengambil Resiko
Kepemimpinan Mempunyai Jiwa Kepemimpinan, Dapat Memimpin, Dapat Bergaul, Menanggapi Saran
Keorisinilan Inovatif, Kreatif, Serba Bisa
Berorientasi Masa Depan Pandangan ke depan.

Sikap Mental
Beberapa sikap berikut ini akan mengembangkan sikap mental yang baik:
1. Wirausaha mengetahui menemukan kepuasan dalam pekerjaan dan bangga akan prestasinya. Tunjukkan sikap positif terhadap pekerjaan karena menentukan keberhasilan.
2. Gunakan otak semaksimal mungkin.
3. Orang yang dapat melihat ‘gambaran besar’ adalah orang bersifat wirausaha dan merupakan calon pemimpin bisnis dan masyarakat.
4. Menunjukkan rasa humor dan menyebarkan optimisme masa depan.
5. Pikiran harus terorganisasi dan fokus pada pelbagai problem.

Entrepreneur Harus Memiliki 4 Unsur Pokok (Menurut Peggy & Charles, 1999):
1. Kemampuan (IQ & Skill)
• Membaca peluang # Mengelola
• Inovasi # Menjual
2. Keberanian (EQ & Mental)
• Mengatasi Ketakutan # Keluar Dari Zona Kenyamanan
• Mengendalikan Resiko
3. Keteguhan Hati (Motivasi Diri)
• Ulet, Pantang Menyerah
• Teguh Dalam Keyakinan
• Kekuatan Akan Pikiran (Power of Mind) Bahwa Anda Juga Bisa.
4. Kreativitas
• Mencari Peluang (experiences)

IMBALAN DAN TANTANGAN BERWIRAUSAHA
1. Berupa Laba.
2. Berupa Kebebasan.
3. Berupa Kepuasan Menjalani Hidup.
4. Tantangan: Memerlukan Kerja Keras, Menyita Banyak Waktu, Tekanan Pribadi, Kegagalan, Berkurangnya/ Hilangnya Aset.

KELEMAHAN WIRAUSAHA
1. Pendapatan Tidak Pasti dan Beresiko
2. Memerlukan Bekerja Keras dan Waktu Kerja Panjang
3. Kualitas Hidup Masih Rendah s/d Berhasil. Sebab Harus Berhemat.
4. Tanggungjawab Sangat Besar, Banyak Keputusan Harus Dibuat Walau Kurang Menguasai Persoalan.

3 Klasifikasi Wirausaha:
1. Founders: Dipertimbangkan sebagai wirausaha murni. Founder yang memulai bisnis berdasarkan barang dan jasa yang sudah diimprovisasi. Ketika bertindak sebagai Founder membawa perusahaan menjadi nyata dengan melakukan surveri di pasar, mencari dana, dsb.
2. General Manager: Yang mengepalai (bertanggungjawab) operasi perusahaan di dalam menjalankan bisnisnya.
3. Franchise: Adanya batasan dan tuntunan yang diberikan dalam hubungan kontrak kerja dengan Franchisor.

KEMENANGAN WIRAUSAHA
1. Tujuan Konsumen : Kesempatan bisnis muncul bagi yang mampu menghasilkan produk dan jasa yang diinginkan oleh konsumen. Bisnis UKM mempunyai peluang besar dalam pelayanan jasa yang lebih baik karena lebih personal. Sehingga timbul kepuasan konsumen secara penuh.
2. Integritas dan Tanggungjawab : Masa depan lebih baik bagi perusahaan yang meningkatkan kualitas produksi dan pelayanan jasa yang memuaskan. Konsumen bereaksi terhadap bukti integritas karena mereka menyadari tentang etika. Pengalaman mengajarkan apa yang dikatakan iklan seringkali tidak tepat.
3. Inovasi : Wirausaha adalah inovator, yang melihat secara berbeda dan kadang melihat cara yang lebih baik dalam melakukan satu hal. 50% dari semua penemuan baru di USA berasal dari perusahaan kecil dan baru.

4 Jalur Menuju Dunia Usaha:
1. Memasuki Bisnis Keluarga.
2. Membuka Bisnis
3. Membeli Bisnis Yang Telah Ada.




JOURNAL:
TANTANGAN MEMULAI WIRAUSAHA

Sebagian besar rintangan memulai berwirausaha sesungguhnya berasal dari diri sendiri. Orang yang mampu memulai usaha adalah orang yang mampu menghilangkan mental blocking, mengalahkan diri sendiri. Karena, hambatan terbesar bersalah dari diri kita sendiri.

1. MODAL. Rintangan inilah yang paling sering dikeluhkan orang ketika akan memulai usaha. Tanpa modal mana mungkin bisa membangun sebuah usaha. Tetapi bukti memperlihatkan bahwa banyak orang yang benar-benar bisa memulai usaha dengan modal yang relatif kecil.
Baruno, produsen sandal dari eceng gondok, bermodal awal Rp 15 ribu untuk membeli 5 kg eceng gondok. Omzet usahanya pada tahun 2000 lebih dari Rp 100 juta perbulan.
Purdie Chandra, raja bisnis bimbingan tes, bermodal awal (pada 1982) sebesar Rp 300 ribu. Sujak Widodo, dengan ‘modal dengkul’ mendirikan bengkel sepeda motor yang pada tahun 1994 mencapai omzet Rp 70 juta perbulan. Anak Agung Gede Kurnia, pemilik Agung Rai Museum of Art di Ubud Bali, memulai usaha tanpa modal.

2. USIA. Ada pula yang enggan berwirausaha karena merasa diri masih terlalu muda. Tetapi sebaliknya, ada juga yang berasalan karena sudah terlalu tua. Rasanya aneh, karena dua alasan ini saling bertentangan.
Soal usia yang masih terlalu muda, kenyataannya Dave Thomas, pendiri Wendy’s Restaurant memulai usaha rumah makan pada usia 15 tahun. Oprah Winfrey, pembawa acara yang terkenal di dunia, memutuskan untuk mendapatkan penghasilan dengan bakat bicaranya pada usia 12 tahun.
Bill Gates, mulai berdikari pada usia 13 tahun yang kemudian pada usia 19 tahun mendirikan Microsoft bersama Berry Gordy. James E Casey pendiri UPS (United Parcel Service) memulai usahanya di usia 15 tahun.
Atau contoh yang melegenda, di usia 66 tahun, Kolonel Sanders baru memulai usaha dengan mendirikan Kentucky Fried Chicken (KFC) dan berhasil gemilang di usia 80 tahun.
Jika usia setengah baya dianggap terlalu tua untuk merintis usaha baru, tidak demikian dengan Ray McDonald’s Kroc. Si penjual hamburger kelas dunia itu memegang prinsip anggur, yaitu makin tua usia makin berjaya. Bekas penjaja mesin milkshake ini memulai usaha pengembangan restoran waralba cepat saji McDonald’s pada usia yang telah mendekati masa pensiun.

3. BAKAT. Banyak juga yang merasa diri tidak berbakat berwirausaha karena terbelenggu mitos bahwa wirausahawan itu dilahirkan. Sampai di sini pertanyaan muncul, ‘Apakah berwirausaha dapat dipelajari atau dilatih?’
Jawabannya adalah berwirausaha bisa dipelajari dan dilatih.


Ini berdasarkan antara lain dari hasil kajian ilmiah yang dilakukan oleh Brandeis University dan Koch Foundation terhadap para peserta dan alumni program kewirausahaan di National Foundation for Teaching Enterpreneurship, bahwa kewirausahaan dapat diajarkan. Kemudian, pengakuan dari para wirausahawan.
Moris, seorang wirausahawan mengatakan bahwa wirausahawan itu ‘dilahirkan’ sekaligus ‘diciptakan’. Lebih lanjut Moris menyatakan semua orang mempunyai peluang menjadi wirausahawan.
Prof. Musa Asy’arie, seorang wirausahawan, dosen, dan penulis, mengungkapkan dengan tegas bahwa wirausahawan dapat diciptakan. Pakar manajemen Peter F Drucker menulis dalam innovation and Entrepreneurship, ”Setiap orang yang memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dapat belajar menjadi wirausaha, dan berperilaku seperti wirausaha. Sebab kewirausahaan lebih merupakan perilaku daripada gejala kepribadian, yang dasarnya terletak pada konsep dan teori, bukan pada intuisi semata”.
Tentu masih banyak lagi rintangan ketika akan memulai usaha. Misalnya, sistem masyarakat, tingkat pendidikan, lingkungan usaha yang tidak mendukung, takut gagal, dan lalin-lain. Dapat dibuktikan bahwa semua rintangan ini sesungguhnya bermula dari diri sendiri, bermula dari pemikiran diri sendiri.


















SEPULUH LANGKAH MENJADI PENGUSAHA

Jika Anda mau berusaha pasti akan ada jalan. Kemauan dan kemampuan adalah kuncinya dan hanya Anda yang mampu menumbuhkan kemauan menjadi seorang yang sukses dalam bidangnya. Jika Anda telah menjadi seorang pengusaha, telusuri jalan untuk menjadi yang terbaik.
Berikut sepuluh langkah menjadi sosok entrepreneur yang berhasil:
1. Mulailah Dari Mimpi dan Imajinasi Anda. Sebelum manusia bisa sampai di bulan, tak pernah ada yang berpikir bahwa itu adalah sebuah kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan pernah terwujud. Namun seseorang telah membuktikannya bahwa mimpi bisa diwujudkan menjadi sebuah kenyataan. Ingat, semua bermula dari sebuah mimpi dan keyakinan akan produk yang akan kita tawarkan. Hanya seorang pemimpi yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan kerterikatan, tak mengenal kata 'tidak bisa' ataupun 'tidak mungkin'.
2. Mencintai Produk atau Servis yang Ditawarkan. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan kepada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Contoh: anda senang merawat tubuh, apabila anda cantik, menarik hati maka orang akan percaya akan produk ditawarkan.
3. Antusiasme, Bekerja Keras dan Keuletan. Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan kita akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.
4. Pelajari Dasar- Dasar Dalam Bisnis. Pengetahuan adalah kunci keberhasilan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan dasar untuk bisnis yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik. Anda juga bis amencari guru yang baik untuk perkembangan Anda.
5. Berani Mengambil Resiko termasuk Kegagalan. Ini adalah kunci awal dalam dunia wirausaha, karena hasil yang mungkin dicapai akan proporsional terhadap resiko yang diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Kegagalan merupakan awal dari keberhasilan dan menguatkan intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidaklah 'mematikan'. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bilamana sampai itu terjadi, bersiaplah dan hadapilah!
6. Mencari Masukan dan Nasehat Tanpa Mengabaikan Kata Hati. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan 'indera ke enamnya'.
7. Lakukan Komunikasi yang Baik dan Keandalan Menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci-sukses. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangakan usaha pada fase itu.
8. Menjalin Relasi. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.
9. Lakukanlah Sekarang Juga. Jika Anda merasa siap maka jangan diulur-ulur lagi, lakukan sekarang juga. (Satulelaki.com)




Sumber:
1. Kewirausahaan, Manajemen Usaha Kecil, Justin Longenecker, Jilid 1, Penerbit Salemba Empat, Jakarta, 2001
2. Kewirausahaan Teori, Geoffrey Meredith, Penerbit Binaman Pressindo, Jakarta, 2000

ENTREPRENEUR Berpikir Jadi Pengusaha

BAGAIMANA BERPIKIR SEPERTI PENGUSAHA SUKSES

Tanpa mindset kewirausahaan, akan sulit bagi anda untuk mencapai keberhasilan di bidang usaha apapun. Pengusaha sejati memiliki kualitas tertentu yang membuat mereka berhasil melakukan apapun. Melakukan banyak hal dengan apa yang mereka pikirkan dan bagaimana mereka memandang segala sesuatunya.
Mindset kewirausahaan adalah yang menentukan keberhasilan sesorang di dalam bisnis. Tanpa mindset pengusaha dalam pekerjaan, akan sulit mencapai keberhasilan usaha. Pengusaha sejati memiliki kualitas tertentu yang memungkinkan mereka berhasil dalam apapun yang mereka kerjakan. Hal ini terkait dengan bagaimana mereka berpikir dan memandang segala sesuatunya. Pola pikir anda dapat menentukan apakah anda akan menjadi pengusaha sukses atau tidak. Selama bertahun-tahun, para ahli telah mempelajari dan meneliti bagaimana mindset kewirausahaan berjalan dan inilah yang mereka temukan:
1. Pengusaha yang Berhasil Berpikir bahwa Mampu Melakukannya. Dengan visi yang ingin mereka raih, pengusaha memiliki keyakinan yang absolut pada diri mereka bahwa mereka dapat berhasil. Mereka melihat segala sesuatunya dengan cara yang berbeda. Ketika orang lain berpikir adanya hambatan di sepanjang jalan, pengusaha menganggapnya sebagai tantangan. Keyakinan yang kuat, dengan pemikiran positif, adalah salah satu ciri pengusaha sukses.
2. Pengusaha yang Berhasil Menganggap Resiko adalah Bagian dari Proses. Kebanyakan orang takut akan resiko karena mereka tidak ingin keluar dari zona nyaman. Pengusaha sukses berpikir sebaliknya. Terkadang anda perlu keluar dari zona nyaman dan mengambil resiko jika ingin berhasil. Namun pengusaha yang berhasil memiliki cara lain dalam menghadapi resiko - mereka tahu bagaimana mengkalkulasikan resiko.
3. Pengusaha Sukses Tidak Hanya "Berpikir", namun juga "Melakukan". Mereka tahu jika ingin berhasil, diperlukan tindakan. Memiliki sasaran yang ingin dicapai adalah hal yang bagus, tapi fokus pada tindakan akan lebih mengarahkan anda.
4. Berkumpul dan Bergaul dengan Orang Sukses/ Kaya.
5. Belajar dan Belajar Terus. Berani investasi pada ilmu pengetahuan terbaru yang berguna bagi usahanya.

Dengan memiliki mindset pengusaha akan banyak membantu keberhasilan dalam bisnis. Perlu waktu untuk mengembangkannya. Tapi semakin awal anda mengupayakannya, semakin baik keberhasilan anda sebagai pengusaha.

(Sumber: Michael Lee, Pengusahamuslim.com)










6 HAL DIPERLUKAN UNTUK MELANGKAH
DARI KARYAWAN MENJADI PENGUSAHA


Tidak semua orang bisa memulai usaha. Menjadi wirausahawan sangat berbeda dengan karyawan. Dan beberapa orang merasa tidak mungkin menyesuaikan perbedaan-perbedaan tersebut.

Mari kita lihat jika anda memiliki mindset pengusaha yang diperlukan.
1. Harus Fleksibel Jika Berwirausaha. Jika anda mulai berbisnis, anda tidak lagi memiliki "sebuah" pekerjaan dengan kewajiban dan tanggung jawab yang telah jelas. Secara tiba-tiba anda memiliki tugas ganda, yang sering terganggu dengan adanya krisis yang tidak terduga (khususnya dalam fase awal). Hari-hari karyawan biasanya diisi dengan aktivitas yang dapat diprediksi; sedangkan pengusaha tidak.
Dan ketika anda memulai usaha, tidak ada orang yang didelegasikan. Sebagai karyawan, anda terbiasa melimpahkan masalah ke bagian diatas anda atau tidak terlibat dalam pengambilan keputusan. Sebagai seorang pemilik usaha, anda adalah orang yang akan berhadapan dengan krisis apapun dan memecahkan masalah. Anda adalah orang yang harus membuat keputusan.
2. Anda Harus Menjadi Pemrakarsa Motivasi Diri. Ketika anda menjadi karyawan, orang lain yang menyuruh anda melakukan sesuatu, baik secara langsung ataupun tidak. Anda terbiasa melakukan tindakan yang diarahkan oleh orang lain. Namun, sebagai pemilik usaha, anda harus mengarahkan tindakan anda sendiri. Anda tidak bisa hanya duduk dan berharap klien akan datang atau tiba-tiba seseorang datang dengan membawa inventori toko anda.
Tidak ada orang yang akan memberikan pekerjaan di meja anda atau menunjukkan apa yang perlu diselesaikan. Bagi kebanyakan orang yang mencoba berwirausaha dan memulai bisnis setelah menjadi karyawan dalam waktu yang lama, ini adalah penyesuaian terberat yang dibuat.
3. Anda Harus Mampu Mengenali Peluang dan Mengejarnya. Kebanyakan karyawan melakukan apa yang ditugaskan. Ada orang lain yang "ditunjuk" untuk mencari peluang, apakah bos sebuah usaha kecil, atau mungkin departemen sales atau tim manajerial di sebuah perusahaan besar. Jika anda memulai usaha, anda harus menjadi seseorang yang secara konstan melihat peluang dan mampu mengenalinya.
Mungkin hanya peluang kecil, seperti kesempatan menjemput klien baru, atau yang besar, seperti menempatkan produk anda di rak grosir terbesar, namun sebagai pemilik usaha kecil anda harus tetap mengamati masadepan dan posisi diri anda untuk mendapatkan keuntungan dari peluang yang didapatkan. Sebagai karyawan, mungkin anda terbiasa dengan posisi "kepala menunduk"; jika menjadi pengusaha yang berhasil, anda perlu melakukan posisi "kepala kedepan".
Menjadi pengusaha berbeda dengan karyawan dan menjadi transisi yang sulit.
4. Ketika Berwirausaha, Harus Mampu Membuat Rencana. Pekerjaan terakhir anda mungkin tidak melibatkan perencanaan sama sekali, karena orang lain yang melakukannya. Atau mungkin membuat perencanaan ditingkat lokal, seperti perencanaan proyek tertentu. Jika ingin mulai usaha, anda perlu mengembangkan keahlian dalam perencanaan baik jangka pendek dan jangka panjang; yang akan menjadi bagian besar dalam diri anda.
Ketika anda mulai usaha, salah satu tugas anda adalah bekerja dengan business plan. Saat bisnis anda berjalan, anda akan menemukan perencanaan ini (sedetil apapun) perlu direvisi dan rencana lain perlu dibuat, karena anda bekerja dengan sasaran jangka panjang yang anda tetapkan untuk bisnis anda. Dari mengikuti rencana orang lain sebagai karyawan, anda harus belajar bagaimana menciptakan rencana bagi diri anda sendiri dan mengadaptasi rencana di lingkungan yang berubah.
5. Perlu Mempersiapkan Diri Untuk Masuk Ke Dalam Upaya yang Konstan & Konsisten. Kita semua telah melihat karyawan yang hanya bergerak, atau mereka yang hanya "menghabiskan waktu" sampai pensiun. Anda tidak perlu menjadi rekan kerja untuk tahu siapa saja orang ini. Sebagai seorang konsumen atau klien, anda dapat mengetahuinya. Memulai usaha memerlukan energi dan anda harus mampu memberikannya 100 persen. Konsumen atau klien anda harus tahu jika anda mengeluarkan bakat, ketrampilan, atau perhatian secara maksimal untuk mereka - dan mereka akan mencari ke tempat lain jika tidak mendapatkannya dari anda.
Yang lebih parah, anda perlu memberikan upaya yang konstan dan konsisten tanpa jaring pengaman karyawan. Banyak karyawan yang biasanya "sakit" dan ada orang lain yang menangani pekerjaannya, misalnya. Sebagai pengusaha, anda harus melakukannya sendiri dan memberikan upaya yang terbaik jika anda tidak memiliki karyawan yang dapat melakukannya. Anda juga mengucapkan selamat tinggal pada hari libur yang biasanya dinikmati karyawan, setidaknya sampai bisnis anda pada titik mapan, sehingga anda dapat mengatur waktu anda.
6. Harus Mampu Menghadapi Ketidakpastian. Sebagai seorang pengusaha, tidak ada jaminan produk atau layanan yang anda tawarkan masih diperlukan dalam waktu 6 bulan mendatang. Tidak ada jaminan bahwa konsumen anda akan membayar tagihan tepat waktu atau melunasinya. Tidak ada jaminan klien besar anda, yang nampaknya senang dengan kerja anda, tidak akan meninggalkan anda minggu depan. Tidak ada jaminan anda akan menghasilkan income bulan ini atau setelahnya. Bagi kebanyakan mantan karyawan yang terbiasa menerima gaji secara teratur, ketidakpastian ini menjadi hal yang sulit dihadapi.
Apakah anda masih bertanya-tanya, "Bagaimana saya harus memulai bisnis?" Bagus! karena inti dari artikel ini bukanlah menakut-nakuti anda, namun menyadarkan anda bagaiamana seharusnya menyesuaikan kembali pemikiran anda untuk melakukan transisi dari karyawan ke pengusaha.
(Oleh: Susan Ward)

ENTREPRENEUR Tips Dasar Buka Bisnis

TIPS DASAR MEMBUKA BISNIS

Mencari sebuah pekerjaan tidaklah mudah, apalagi dalam kondisi ekonomi yang semakin kusut ini. Banyak orang mulai berpaling untuk menjalankan sendiri usaha yang bisa dijadikan pegangan hidup. Sayangnya, untuk mendirikan sebuah usaha diperlukan modal yang cukup, baik modal materi maupun modal mental. Ditambah lagi untuk pengelolaannya yang berfungsi sebagai perpanjangan usia bisnis tersebut.
Khusus pengusaha kecil yang dihadapkan pada banyak tantangan dan hambatan, hendaknya sealu mengasah intuitif bisnisnya. Berikut tiga tips sederhana yang mungkin bisa menambah inspirasi pencapaian cita-citanya.
Anda yang sedang menggodok sebuah bisnis mungkin bisa mengambil inti pelajaran tips berikut ini:
1. Pilihlah Sumber Daya Manusia yang Tepat. Bentuklah team, karyawan yang sesuai dengan gaya manajemen anda & terpenting sesuai/ ahli di bidangnya masing-masing.
2. Mulailah Bisnis yang Anda Sukai, atau Sesuai Dengan Hobi Anda. Mengerjakan sesuatu yang tidak Anda sukai hanya akan membuang-buang waktu percuma. Anda harus siap mengorbankan waktu siang dan malam untuk pekerjaan atau bisnis Anda.
3. Jadilah Seseorang yang Inovatif dan Memiliki Ciri Khas Dibandingkan Lainnya. Menjiplak bisnis orang lain tak akan ada nilainya jika tidak memiliki keunikan sendiri.

Kesimpulan dari semua ini adalah, Anda harus membangun sebuah bisnis dengan alasan yang bagus. Maka dari itu bisnis Anda akan bernilai dan tidak takut tergilas di tengah persaingan pasar dan Anda juga bisa meningkatkan apa yang sudah ditawarkan kepada konsumen. (Satulelaki.com)







MENCARI PELUANG BISNIS

Banyak orang bingung memilih binsin apa yang paling cocok dijalankan? Sebenarnya ide berbisnis selalu berada di sekeliling Anda, bisa di dalam rumah, garasi, dapur bahkan kamar tidur. Semua berada di sana untuk kemudian hinggap di dalam benak pikiran Anda.

Menurut Douglas ada beberapa Sumber Ide:
1. Buku, Buku Telp, Koran Majalah, Jurnal, dll
2. Perpustakaan
3. Bank, Pialang, Akuntan, Agen Real Estate, Distributor, Pesaing
4. Hobi dan Bepergian dll
5. Kursus, Seminar
6. Produk, Franchise
7. Peraturan Pemerintah

Anda tidak perlu menjadi seorang jenius atau lulusan tertinggi pendidikan untuk mendapatkan ide segar dan mengubahnya menjadi profit.
Mengidentifikasikan peluang bisnis seringkali semudah mengidentifikasikan masalah, saling berbagi dan mencari jalan keluar. Bahkan, bisnis bisa datang dari hobi, ketertarikan dan kemampuan yang memuaskan disamping untuk memenuhi kebutuhan.
1. Kerjakan Apa Yang Anda Senang Kerjakan. Bisnis tidak terjadi begitu saja, melainkan diciptakan. Kesuksesan Anda tergantung dari apa yang Anda bawa ke dalam bisnis. Jika Anda menyukai apa yang Anda kerjakan, semangat kerja Anda akan menjadi sebuah modal pengetahuan, kreativitas dan kemampuannya Anda dan kesuksesan berada di depan mata.
2. Ubahlah Sesuatu yang Lama Menjadi Produk Baru. Kebanyakan produk-produk baru atau ide bisnis baru adalah perputaran dan pengembangan ide-ide lama.
3. Carilah Peluang Bisnis yang Sederhana Sebagai Awal. Misalnya anda tidak perlu menciptakan sebuah penemuan baru, cobalah dengan cara misalnya mendirikan bengkel, perawatan gedung dan sebagainya. Inti kesuksesannya adalah menjual sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh konsumen, tidak ingin dilakukan konsumen, atau tidak mempunyai waktu melakukannya. Caranya dengan mengembangkan metode unik dan bisa direproduksi bagi marketing dan pengiriman.
4. Ubahlah Hobi Anda Menjadi Lahan Mencari Uang. Carilah peluang agar hobi Anda bisa dirubah menjadi bisnis menguntungkan. Misalnya dengan melakukan lisensi produk yang Anda hasilkan, misalnya lukisan kemudian jual kepada konsumen.
5. Raihlah dan Ajarkan Seseorang. Apakah Anda mempunyai keahlian yang tidak dimiliki orang lain namun sangat berguna bagi hidup mereka. Ini saatnya Anda berbagi dengan orang lain misalnya dengan mengajar atau menulis buku, atau mengisi training seminar tertentu.
6. Menjadi Konsultan Industri. Ini juga salah satu cara baik menghasilkan pendapatan. Jika Anda bisa menyelesaikan masalah bisnis atau menjawab pertanyaan bisnis penting maka bagilah dengan target pasar. Dari sana Anda akan mendapat bayaran atas saran-saran yang Anda berikan.
7. Ubahlah Mantan Pegawai, Rekan, Sahabat & Saudara Menjadi Sumber Berharga Bagi Bisnis Baru.
8. Modifikasikan Salah Satu Produk yang Telah Ada.
9. Membeli Perusahaan atau Bisnis yang Telah Ada. Memulai sebuah bisnis bukan berarti harus membangunnya dari awal, Anda juga bisa melakukan cara membeli bisnis yang telah ada kemudian mengembangkannya.

Beberapa contoh di atas hanyalah sekelumit ide yang bisa dikembangkan menjadi peluang bisnis. Yang diperlukan adalah kejelian dan ketertarikan Anda dalam hal memilih apa yang hendak dijalankan.











JOURNAL:
IDE BISNIS DATANG DARI MANA SAJA

Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana harus memulai sebuah usaha. Jawabannya pun beraneka. Ada yang harus cari modal dulu, ada yang harus mempelajari pasar, bahkan yang ekstrim ada yang mengatakan modalnya nekad saja! Semuanya tak salah. Sebab, dari mana saja mau mulai berwirausaha, asal punya niat, tekad, ketekunan, keuletan, semangat tak mudah menyerah, pasti akan ada hasil yang dicapai.

Banyak contoh nyata orang yang bermodal nekad bisa jadi pengusaha sukses. Tak sedikit pula pengusaha yang berawal dari persiapan matang akhirnya benar-benar sukses membesarkan usahanya. Salah satu contoh nyata, orang yang berkemauan kuat dan bisa sukses berkat kerja kerasnya yakni Andrie Wongso. Meski dari keluarga miskin, dengan prinsip: ”Sukses adalah hak saya” ia mampu menjadi pengusaha sukses hingga kini.

Apa yang dilakukan Andrie Wongso dan banyak pengusaha sukses lain ini bisa diwakili oleh sebuah kalimat bijak yang sudah sering kita dengar, yakni asal ada kemauan, pasti ada jalan, ”When there is a will, there is a way.” Nah, lantas, jika kita sudah ada kemauan, usaha apa yang bisa ditekuni? Pilihannya sangat beragam. Untuk mengeksplorasi jenis usaha apa saja yang bisa ditekuni sebenarnya cukup gampang.

Modalnya hanyalah ATM, yakni Amati, Tirukan, dan Modifikasi.
1. Amati. Yang perlu dilakukan hanyalah dengan melihat sekeliling Anda. Ada banyak bertebaran jenis usaha yang bisa Anda tekuni. Mulai dari yang sudah banyak digeluti oleh orang lain, maupun usaha-usaha yang menurut Anda masih jarang yang disentuh orang lain. Atau, dari pengamatan itu, barangkali Anda bisa menemukan sejumlah kebutuhan orang yang belum tersentuh sehingga bisa jadi ladang bisnis yang baru.
Ambil contoh, lihat kendaraan berseliweran di jalanan. Kalau Anda bisa utak-atik kendaraan, kenapa tidak coba buka usaha bengkel? Biar lebih spesifik layanannya, buat bengkel yang siap dipanggil kapan saja, kalau perlu 24 jam!
2. Tirukan. Untuk menjalankan bisnis yang berhasil, coba tirukan bisnis yang ramai mendapat pelanggan di sekitar Anda. Misalnya Anda melihat pedagang bakso yang ramai. Coba, lihat apa yang membuatnya laris. Apakah lokasinya, rasanya, atau mungkin pelayanannya yang unik. Tirukan saja, apa kunci sukses yang membuatnya ramai.
Salah satu cara meniru yang sekarang sedang tren yaitu usaha dengan sistem waralaba. Pemilik usaha dengan sistem waralaba sebenarnya sudah merelakan usahanya di-copy paste oleh jaringan waralabanya, dan itu sah-sah saja, bahkan senang karena jaringan usahanya makin membesar. Karena itu, jangan segan jika bertemu dengan bisnis yang ramai, kalau mau ajaklah kerja sama, dengan begitu dalam meniru langkah suksesnya Anda bisa lebih pasti.
3. Modifikasi. Kalau sudah menemukan jenis usaha yang akan dicontoh, jangan asal contek saja. Ubahlah berdasar kreativitas Anda. Misalnya biar makin ramai Anda gunakan cara yang unik, contoh bikin bakso yang kotak, atau bakso yang dibakar. Gunakan pula promosi yang unik. Misalnya beri kejutan gratis bayar untuk konsumen mangkuk ke-100, serta berbagai jenis promosi unik lainnya.
Bagaimana, sudah mulai mendapat gambaran? Yang penting, jika sudah menemukan jenis usaha yang ingin Anda geluti, segera take action! Lakukan dengan sepenuh hati dan terjuni dengan tekad kuat agar berhasil. Ingat. Peluang ada di mana-mana, tapi peluang baru benar-benar jadi uang kalau Anda mau mewujudkannya.
Oleh : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)


BISNIS MODEL ATM
(Dessy Danarti, Penulis Buku “Dari Hobi menjadi Hoki”, Penerbit Andi, 2005)

Apakah saat ini Anda sedang mempertimbangkan untuk berwirausaha? Jika ya, tentu langkah pertama adalah menemukan ide usaha. Sayangnya, peluang usaha tidak mudah didapatkan. Banyak orang gagal berwirausaha lantaran salah menentukan ide usaha. Mungkin juga Anda pernah mengalaminya.
Kegagalan, apalagi bila disertai resiko kehilangan modal yang besar, memang menjadi momok bagi pelaku usaha. Gagal, bukan berarti angka mati bagi wira usahawan sejati. Namun, tidak semua orang memiliki sikap mental positif untuk menerima kenyataan gagalnya usaha.
Salah satu penyebab kegagalan adalah menjalankan usaha karena ikut-ikutan atau “me too”. Saat sedang trend pisang pontia, maka orang berlomba-lomba membuat gerai yang sama. Begitu juga saat usaha refill air minum sedang naik daun, bisa dipastikan bermunculan gerai ini di mana-mana. Lalu, apa yang terjadi? Banyak pemain menyebabkan peminat terbagi dan omzetpun menurun. Belum lagi saat trend berganti, usaha “me too' seperti inipun banyak yang jatuh berguguran.
Lantas apa yang sebaiknya kita lakukan? Gunakan saja metode ATM = Amati, Tiru, dan Modifikasi. Maksudnya adalah sah-sah saja bila mengamati dan meniru bisnis lain. Tapi, jangan lupa memberikan modifikasi pada usaha yang dijalankan tersebut. Modifikasi dilakukan dengan jalan menyesuaikan bisnis dengan kondisi yang ada. Alasannya, setiap kondisi bisnis yang berbeda akan memiliki masalah yang berbeda. Metode inipun dijalankan oleh kebanyakan industri di China dan Jepang. Seringkali mereka berhasil memodifikasi sehingga bisa menghasilkan barang baru yang lebih canggih ketimbang barang aslinya.
Metode ATM juga diterapkan oleh Dahlan Iskan dalam membesarkan grup usaha Jawa Pos dan usaha penerbitan koran daerahnya. Apa yang dilakukannya? Salah satunya dalam riset pasar. Umumnya, untuk meneliti potensi pasar suatu daerah, tentunya dibutuhkan riset mendetail dan biaya yang besar. Nah, Dahlan menjadikan langkah ekspansi sebuah bank swasta ternama sebagai patokan dalam menilai potensi pasar suatu daerah. Bila suatu daerah belum ada cabang bank swasta tersebut, Dahlan pasti tidak akan memasukkan daerah itu sebagai sasaran ekspansi usahanya. Cara ini rupanya cukup manjur. Terbukti dalam waktu relatif singkat, Jawa Pos sudah meraja di daerah-daerah seluruh Indonesia.
Simak juga pengalaman Faif Yusuf yang kini tengah melenggang dengan bisnis Kafana Distro-nya. Saat memulai usaha pertama kali, bisa dikatakan ia termasuk ikut-ikutan, tapi kemudian usaha itu gagal. Belajar dari kegagalan itu, Faif pun berupaya membangun bisnis baru dengan menerapkan metode ATM. Ia membuka Kafana Distro yang menjual berbagai pakaian muslim. Sebelumnya, Faif terlebih dahulu mengadakan tes pasar, menguji kelayakan usaha, kemudian juga menganalisis matching atau tidaknya bisnis dengan kondisi yang ada. Langkah ini dimulai dengan memasarkan pakaian muslim dari rumah. Karena respon pasar bagus, jadilah ia mendirikan Kafana Distro di bulan Maret 2007 lalu.
Namun, Faif menyadari bahwa banyak sekali pemain dalam usaha sejenis. Lantas ia pun menawarkan sesuatu yang berbeda pada konsumen. Ini sebagai nilai tambah hasil modifikasi bagi usahanya. Ia menyediakan layanan pelatihan singkat cara memakai jilbab pada pembelinya. Juga siap melayani pesanan dengan desain dari pelanggan.
Karena demikian hemat dan ringkas, metode ATM ini sangat dianjurkan bagi pengusaha pemula atau karyawan yang ingin merintis usaha sampingan. Apalagi jika memutuskan menjadi follower, bukan trendsetter. Karena, selain lebih mudah, juga membutuhkan modal tidak terlalu besar. Bayangkan bila membuka usaha yang sama sekali baru, tentu dibutuhkan riset yang mendalam dan mahal. Juga, pastinya lebih mudah memodifikasi ketimbang menciptakan sesuatu yang baru.
Misalnya saja Anda ingin membuka warung makan kaki lima. Amati dulu warung makan yang laris. Temukan rahasia dan strateginya. Setelah itu, berikan nilai tambah sebagai modifikasinya. Apakah dengan memberi layanan yang cepat, harga lebih murah, tempat lebih bersih dan menu yang sehat serta hygienis.Mungkin juga ada layanan antar bagi pelanggan yang malas keluar rumah?
Nah, saatnya Anda mencoba metode ATM ini. Anda pasti akan mendapatkan banyak ide usaha dengan melakukan brainstorming cara-cara memodifikasi usaha yang Anda pilih. Selamat berusaha.



CARILAH MASALAH
Mungkin judul yang saya kemukakan di atas terdengar cukup provokatif. Betapa tidak, wong orang biasanya mencari cara untuk menyelesaikan masalah, ini malah menyuruh mencari masalah.

Tunggu dulu! Yang saya maksud di sini bukan ingin menambah pusing Anda sekalian dengan menambah masalah. Tapi, yang ingin saya sampaikan, adalah bagaimana Anda bisa menjadi sumber solusi dan memetik peluang di tengah masalah yang ada di sekeliling Anda.

Masalah keuangan misalnya. Tentang manajemen keuangan pribadi atau keluarga. Kalau saya sebut salah satu profesi baru yang sedang naik daun belakangan ini, Anda pasti paham. Yah, masalah keuangan diatasi oleh para perencana keuangan. Munculnya para perencana keuangan belakangan ini seolah mampu menjadi solusi bagi orang-orang yang merasa kesulitan dalam mengelola keuangannya. Sebab, tak jarang, belum waktunya gajian, uang sudah habis dibelanjakan. Nah, bukankah ini sebuah masalah? Maka kemudian, para perencana keuangan ini tampil laksana seorang dokter yang memberi resep jitu bagi pasiennya agar tak lagi defisit saat menjelang tanggal tua.

Bagi saya, para perencana keuangan ini adalah para "pencari masalah" yang jeli melihat peluang di tengah masalah orang lain. Tapi, kemudian muncul pertanyaan. Loh, itu kan sebuah pekerjaan spesifik yang membutuhkan keahlian. Dan, tak semua orang bisa?

Baiklah. Jika itu pertanyaan yang mampir di benak Anda, saya akan beri contoh lain "para pencari masalah" yang sukses mendulang untung dari masalah orang lain. Anda pernah jengkel dengan tikus, nyamuk, kecoa, atau lalat yang sering mengganggu kenyamanan dalam rumah Anda? Atau, Anda juga direpotkan dengan banyaknya rayap yang merusak perabotan kayu Anda? Jika ya, pernahkah Anda mendengar jasa pembersihan kutu dan serangga di dalam rumah? Yah, itulah salah satu peluang usaha bagi mereka yang jeli memanfaatkan masalah yang sering terjadi di rumah tangga akibat datangnya binatang pengganggu itu. Dan, tahukah Anda, bahwa para pembasmi binatang pengganggu itu bayarannya tidak sedikit lo?

Mau contoh lain? Saya yakin bahwa di rumah pasti kadang timbul masalah, misalnya dengan saluran air atau WC mampet. Nah, bukankah ini juga masalah? Lantas, kepada siapa biasanya Anda akan mempercayakan masalah ini agar bisa diatasi?

Biasanya, jarang sekali orang yang mau berusaha mengatasi sendiri. Alasannya? Cari praktisnya. Karena itu, dari sekian banyak pengusaha jasa pembersihan WC atau saluran air, hampir semuanya selalu kebagian order. Ini satu bukti nyata, bahwa hadirnya masalah ternyata memberi peluang yang cukup menggiurkan.

Bagaimana? Sudah mendapat gambaran bukan? Yah, inilah fakta bahwa ternyata hadirnya masalah mampu dijadikan ladang yang menghasilkan bagi sebagian orang yang jeli. Masih banyak profesi atau usaha-usaha lain yang mampu menghasilkan dari adanya masalah. Konsultan perkawinan, konsultan pajak, desain artistik rumah, jasa penerjemah, biro-biro jasa STNK dan SIM, semua itu sebenarnya berangkat dari munculnya masalah. Berbagai profesi tersebut mampu mengeruk keuntungan yang tak sedikit dari hasil menyediakan solusi bagi sebagian orang. Tentu, dibutuhkan ketekunan dan kemampuan untuk menggeluti dan mengelolanya agar terus bisa mendatangkan keuntungan. Namun, satu hal yang pasti, semua itu berawal dari adanya tindakan, alias action. Jadi, tunggu apalagi? Take action!!!

Oleh : Agoeng Widyatmoko - Konsultan Independen Usaha Kecil (UKM)