Kamis, 17 Desember 2009

10 KESALAHAN PENGUSAHA PEJABAT

satulelaki.com - Menjadi seorang pengusaha yang sukses tidak hanya diperlukan kemampuan dalam menyusun strategi bisnis. Yang paling mendasar adalah mental dan kejelian menghadapi situasi. Tanpa mental yang matang, seorang entrepreneur bisa terjerumus dalam situasi menyulitkan.
Kadang ada beberapa hal yang bisa menjerat entrepreneur untuk berbuat suatu kesalahan. Kesalahan-kesalahan apa saja yang mungkin terjadi?

Berikut sepuluh kesalahan yang biasa terjadi:
1. Terus menerus menggunakan dan tetap terikat dengan suatu gagasan dalam jangka waktu panjang. Ingat, jangan menikah dengan hanya satu ide saja karena ide-ide baru adalah kunci keberhasilan seorang pengusaha. Mainkan banyak ide dan perhatikan mana ide yang paling tepat menghasilkan uang dan kesuksesan.
2. Mencoba menjadi sesuatu yang lain atau berperan lain di samping sebagai seorang pengusaha. Pengusaha adalah seorang pengusaha, jadi janganlah Anda berperilaku sebagai orang lain (birokrat). Perbedaan dan keunikan yang Anda miliki adalah kekuatan Anda sendiri.
3. Mempercayai kata hati sendiri tanpa memperdulikan pendapat orang lain. Seorang pengusaha secara genetik dibekali dengan rasa optimis, namun bukan berarti tak memperdulikan sekitar. Di sisi lain, jangan selalu mempercayai apa yang dikatakan orang lain kepada Anda. Pandai-pandailah menganalisa suatu pendapat atau gagasan.
4. Mengindahkan posisi keuangan. Anda harus selalu siap dalam masalah keuangan jika suatu saat dihadapkan dalam situasi terdesak. Makanya, seorang pengusaha juga harus selalu memantau dalam urusan ini.
5. Cara membujuk staf yang lemah dan kurang berkualitas. Tidak banyak karyawan yang menyukai cara-cara pengusaha yang kekanak-kanakan dan tidak dewasa. Oleh karena itu, jika pengusaha ingin meningkatkan kualitas karyawan yang lemah, dia harus bergerak dan bertindak dewasa selayaknya seorang manusia.
6. Mencampuradukan kemungkinan-kemungkinan dengan realitas. Rencanakan sesuatu dengan sewajarnya. Seorang pengusaha yang sukses hidup dalam dunia yang penuh kemungkinan namun membelanjakan uangnya dalam dunia realitas.
7. Bekerja atau menjual terlalu keras/tinggi. Pengusaha harus mengetahui kemampuan karyawannya untuk mentargetkan penjualan, jangan pernah mempunyai target yang tak mungkin tercapai.
8. Tidak menyusun struktur support. Pekerjakan orang-orang dan servis untuk mengatasi banyak keperluan personal dan bisnis Anda. Kebanyakan para pengusaha melakukannya lebih baik ketika mereka mendapat dukungan penuh walaupun secara transparan. Jadilah seseorang yang bertanggung jawab dalam hal ini.
9. Terlalu banyak mendelegasikan kerja. Kebanyakan para pengusaha terlalu banyak mendelegasikan tugas dan pekerjaan kepada stafnya. Sebaiknya, pelajari kemampuan dari tanggung jawab tersebut dan sempurnakan tugas yang didelegasikan kepada staf tersebut dengan asumsi mereka dapat melakukannya dengan baik.
10. Sikap menyerah atau putus asa. Kesuksesan kadang berawal dari kegagalan. Beberapa pengusaha sukses pasti pernah mengalami kegagalan sebelum melakukan sesuatu dengan sempurna. Jadi, saat Anda gagal, pelajari kegagalan tersebut kemudian coba lagi dengan peuh kearifan. Jangan pernah menyerah..[int]

7 HAL MENGHANCURKAN KARIR MANAJEMEN

Membangun karir tidaklah semudah mempertahankannya, apalagi di tengah persaingan bisnis masa kini. Saatnya Anda berhati-hati dalam mengambil langkah kerja demi keberhasilan Anda. Namun, tanpa disadari kadang kala seseorang terlena oleh tugas dan kesuksesan yang telah diraihnya sehingga menimbulkan kesalahan yang bisa menghancurkannya.
Apa saja kesalahan-kesalahan yang memnungkinkan jatuhnya usaha Anda?

Berikut tujuh hal yang bisa menurunkan karir seorang pengusaha, yaitu:
1. Memulai proyek-proyek baru dibandingkan melengkapi proyek yang telah ada dan mencari jalan keluar dari kemungkinan hambatan yang ada.
2. Gagal mendelegasikan tugas kepada stafnya.
3. Lupa memulai sesuatu dengan tujuan akhir yang hendak dicapai. Memang sangat bagus berada dalam sebuah bisnis, tetapi akan sangat membantu jika Anda tahu di mana Anda mulai dan di mana akan berakhir. Atau setidaknya Anda mempunyai peta tertulis mengenai ide atau arah yang hendak dicapai.
4. Menyepelekan rencana bisnis. Ini adalah kesalahan besar karena bagaimanapun rencana bisnis akan tetap membuat Anda fokus.
5. Terperangkap dalam egonya sendiri. Menjadi seorang pengusaha, memerlukan sebuah tingkat rendah kerendahan hati dan mau menerima masukan dari orang lain. Dengan begitu, ide-ide yang diterimanya semakin banyak dan mampu berpikir jernih, jadi tinggalkan sifat ego yang terlalu mengikat.
6. Tidak memperhatikan rincian masalah dan hal yang dihadapi.
7. Merasa telah mengetahui apa keinginan konsumen tanpa menanyakannya terlebih dahulu. Kita tidak bisa berasumsi mengetahui yang disukai konsumen. Itu sebabnya kita harus memerlukan riset pemasaran. bertanya

KESALAHAN YANG MENGHALANGI MENUJU KAYA

Pensiun sejahtera tentunya menjadi keinginan setiap orang. Sayangnya, dalam kenyataannya hanya sebagian kecil orang yang berhasil mencapai kondisi ini. Sisanya? Kebanyakan orang terpaksa terus bekerja hingga tua, atau hidup bergantung pada keluarga.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah karena sepanjang hidupnya, kebanyakan orang cenderung melakukan kesalahan finansial. Banyak yang menganggap kesalahan ini tidak penting, sehingga menutup matanya dan membiarkan dirinya tetap salah secara terus-menerus. Akibatnya akan fatal bagi keuangan di masa tuanya.
Beberapa Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan:
1. Tidak Menentukan Tujuan. Bila Anda tidak tahu mau kemana, bagaimana Anda bisa sampai? Untuk membangun kekayaan, pertama Anda harus memiliki tujuan. Terlebih dahulu Anda harus menetapkan jumlah uang yang Anda
inginkan, setelah itu baru Anda bisa membuat rencana keuangan.
2. Tidak Mengatur Pengeluaran Kecil. Anda mungkin tahu berapa pengeluaran umum Anda, tetapi apakah Anda menyadari berapa total uang yang Anda keluarkan untuk hal-hal kecil? Berhati-hatilah pada pengeluaran kecil, terlebih lagi untuk yang sering terjadi, karena setelah dijumlahkan akan bernilai besar.
3. Menyerahkan Pengaturan Keuangan pada Orang Lain. Anda perlu ikut serta dalam membuat rencana keuangan. Dengan adanya partisipasi ini, maka Anda akan lebih memahami kondisi finansial Anda sekarang. Dan Anda mengurangi ketergantungan
terhadap orang yang mengatur keuangan Anda.
4. Mengambil Kredit Terlalu Lama. Cicilan rumah 30 tahun Tiga puluh tahun adalah jangka waktu yang terlalu panjang untuk sebuah kredit. Anda akan berakhir dengan membayar harga 2 hingga 3 kali harga yang seharusnya bila Anda bersikeras mencicil tagihan hingga 30 tahun. Ambillah jangka waktu yang lebih pendek, misalnya 15 tahun. Hal ini akan menghemat banyak uang Anda.
5. Terlalu Banyak Hutang. Ingatlah bahwa setiap hutang akan membawa bunga yang harus Anda bayar. Bunga hutang ini jumlahnya tidak sedikit dan
secara terus-menerus akan mengikis keuangan Anda. Apabila Anda ingin sehat secara finansial, Anda harus membayar semua hutang Anda secepat mungkin.
6. Tidak Cukup Persiapan Pensiun atau Terlambat Memulai Masa Pensiun Perlu Direncanakan Sedini Mungkin. Semakin cepat Anda memulai, maka semakin sedikit uang yang perlu Anda tabung setiap bulannya.
7. Menggunakan Tabungan Hari Tua Sebelum Waktunya. Ingat, apapun yang terjadi, jangan pernah menggunakan uang pensiun Anda. Kalau tidak, akibatnya akan fatal. Bisa-bisa Anda pensiun tanpa dana sama sekali.

Selalulah waspada pada kesalahan- kesalahan finansial. Jangan sampai kesalahan-kesalahan seperti ini menghalangi jalan saudara menuju kekayaan.
(Sumber: David Ciang)